Melewati Bayang-Bayang Perang Iran 2026

Opini, Jurnalis
Selasa 16 Juni 2026 13:36 WIB
Melewati Bayang-Bayang Perang Iran 2026/Reuters
Share :

Kedua, faktor domestik di Washington dan Teheran. Di Amerika Serikat, setiap konsesi terhadap Iran akan menghadapi perlawanan dari kelompok hawkish di Kongres dan sebagian sekutu regional. Di Iran, kepemimpinan pasca-perang harus membuktikan bahwa diplomasi tidak berarti menyerah pada tekanan AS. Perdamaian yang dianggap “menghinakan” bisa menjadi bumerang politik bagi pemerintah Iran sendiri.

Ketiga, bayang-bayang Israel dan aktor regional lain. Israel memandang program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial. Karena itu, setiap kesepakatan AS–Iran yang dianggap terlalu lunak berpotensi memicu ketegangan baru. Di Timur Tengah, perdamaian bilateral acap tidak memadai; ia harus diterima oleh jaringan kepentingan regional yang jauh lebih rumit.

Keempat, persoalan kepercayaan. Inilah tantangan terbesar. Pada satu sisi, Iran masih mengingat keluarnya AS dari perjanjian nuklir 2015. Di sisi lain, AS masih meragukan komitmen Iran terhadap pembatasan program nuklir jangka panjang. Ketika dua pihak membawa luka sejarah yang panjang, setiap kalimat dalam teks perjanjian bersalin rupa menjadi medan pertempuran tersendiri.

Pungkasannya, kesepakatan damai yang sedang dibangun kemungkinan besar bukanlah perdamaian romantik yang seketika menghapus permusuhan. harapan terbesar bukanlah bahwa Iran dan AS tiba-tiba menjadi sahabat sejoli.

Jika pada hari ke-104 ini kedua pihak mampu mengubah gencatan senjata menjadi proses politik yang berkelanjutan, maka sejarah mungkin akan mencatat bahwa perdamaian terbit bukan ketika senjata habis dan kelelahan, melainkan ketika para pemimpin kedua negara menyadari bahwa kemenangan sejati adalah kemampuan mencegah terjadinya perang berikutnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya