RIYADH - Arab Saudi menegaskan bahwa serangan militer yang baru-baru ini dilakukan di wilayah Irak tidak ditujukan kepada pemerintah maupun rakyat Irak. Operasi tersebut disebut hanya menyasar milisi teroris yang didukung Iran dan bertanggung jawab atas serangan terhadap wilayah Kerajaan.
"Operasi itu menargetkan gudang militer milisi yang dikaitkan dengan serangan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas minyak dan infrastruktur penting Arab Saudi," ujar seorang pejabat senior Saudi kepada Al Arabiya, dilansir dari saudigazette, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, operasi militer tersebut baru dilakukan setelah seluruh jalur diplomatik dan politik ditempuh. Arab Saudi, kata dia, juga telah menunjukkan pengekangan maksimal selama beberapa bulan terakhir sebelum memutuskan mengambil tindakan.
Pejabat itu menilai milisi yang didukung Iran telah merugikan kepentingan Irak serta hubungan negara tersebut dengan negara-negara Arab dan Islam. Pasalnya, kelompok tersebut memanfaatkan wilayah dan sumber daya Irak untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Ia menegaskan, Arab Saudi tetap berkomitmen menjaga hubungan baik dengan Irak dan rakyatnya. Karena itu, operasi militer tersebut disebut terbatas pada upaya melemahkan kemampuan milisi yang mengancam keamanan Kerajaan serta menargetkan infrastruktur sipil dan ekonomi Saudi.