"Kehadiran kami bukan sekadar seremoni. Kami ingin kesepakatan tersebut memiliki kekuatan moral yang lebih besar dibandingkan jika hanya melibatkan travel dan jemaah," tegas Harun.
Namun, dalam perkembangannya, Travel Hanania disebut tidak menjalankan hasil kesepakatan tersebut. Kasus ini kemudian dilaporkan dan kini ditangani pihak berwajib.
Saat menerima audiensi para jemaah korban Travel Hanania pada Kamis (18/6/2026), Harun menegaskan komitmen Kemenhaj untuk terus mengawal penyelesaian kasus.
"Mari kita berjalan berdampingan dan mengawal bersama agar apa yang menjadi harapan para jemaah dapat diwujudkan," ujarnya.
(Rahman Asmardika)