"Kita mengembangkan pendidikan secara berkesinambungan. Semua landasan pendidikan yang sudah diletakkan para pemimpin kita dijadikan sebagai pijakan untuk melangkah lebih maju, terutama dalam pemerataan pendidikan. Pak Harto sudah memberikan legasi tentang bagaimana mewujudkan pemerataan pendidikan, khususnya di tingkat dasar di seluruh Indonesia, yang dibuktikan dengan banyaknya SD Inpres yang dibangun di hampir seluruh desa di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi, Pramono Hari Adi, menambahkan tercatat sebanyak 1.160 peserta mengikuti lomba melukis sketsa wajah Soeharto di Universitas Trilogi. Karena itu, jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memecahkan rekor MURI.
"Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 105 tahun kelahiran Jenderal Besar TNI (Purn.) H.M. Soeharto. Universitas Trilogi perlu merayakan momentum ini karena kami mendapatkan warisan dari beliau, sebuah nama yang luar biasa, yaitu Trilogi," jelasnya.
"Itu istilah yang fenomenal dan besar. Kami harus menindaklanjutinya ke depan seperti apa, sehingga saya selalu berusaha memperbesar nama itu menjadi nama yang penuh makna bagi bangsa dan negara ini," imbuhnya.
(Arief Setyadi )