Kisah Jenderal Kopassus Tidak Makan 5 Hari Bertaruh Nyawa Gotong Prajurit di Medan Perang

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Kamis 25 Juni 2026 03:00 WIB
Pasukan TNI AD/ist
Share :

JAKARTA - Letjen TNI (Purn) Sutiyoso malang melintang di berbagai palagan pertempuran saat masih aktif jadi prajurit Kopassus. Salah satunya saat dia menyusup ke wilayah Timor Timur, yang kini bernama Timor Leste. Dia bahkan tidak makan selama lima hari untuk menyelamatkan anak buahnya yang tertembak musuh.

Dilansir dari buku “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”, Rabu (24/6/2026),  saat itu Tim Susi dipimpin Mayor Infanteri Yunus Yosfiah dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sunarto.

Sedangkan, Tim Tuti dipimpin Mayor Infanteri Tarub dengan wakilnya Kapten Infanteri Agus Salim Lubis. Sementara Tim Umi dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso. Masing-masing tim beranggotakan 100 personel sebagai bagian dari tim Operasi Flamboyan.

Sebagai pasukan intelijen tempur terbatas Operasi Flamboyan, ketiga tim tersebut disusupkan dengan penyamaran dimana setiap personel memiliki ciri-ciri berambut gondrong, berpakaian sipil, kemeja dan celana jeans.

Dilengkapi dengan topi dan selendang khas Timor Portugis. Di kemudian hari, ketiga tim ini dikenal dengan sebutan The Blue Jeans Soldiers yang melegenda. Semua anggota pun diberi nama samaran. Sebagai Kasi Intel Satgas, Sutiyoso memilih nama Manix. Nama tersebut terinspirasi dari film mata-mata. Hingga akhirnya Sutiyoso dikenal dengan panggilan Kapten Manix.

Di sisi lain, anggota partai UDT yang dipimpin Ketua Umum Francisco Xavier Lopez da Cruz telah melakukan gerakan revolusioner anti komunis terhadap Fretilin pada 11 Agustus. Namun gerakan tersebut mampu dilumpuhkan Fretilin. Bahkan, tidak sedikit anggota UDT yang ditangkap dan dibunuh oleh Fretilin.

Tepat pada 27 Agustus 1975 Tim Umi yang dipimpin Mayor Infanteri Sofian Effendi dengan Wakil Komandan Kapten Infanteri Sutiyoso kemudian diterbangkan ke Kupang untuk selanjutnya ke Atambua, kota terdekat Indonesia ke Timor Portugis.

Setibanya di Atambua, upaya penyusupan yang rencananya dilakukan melalui Kefamenanu untuk menguasai Ambeno dibatalkan. Tim ini diperintahkan melanjutkan perjalanan ke Motaain sebuah desa pantai di wilayah RI yang hanya berjarak 3 Km sebelah barat Kota Batugede, wilayah Timor Portugis.

Namun karena situasi yang tidak memungkinkan akhirnya Tim Umi diperintahkan untuk menyusup jauh ke daerah pedalaman pegunungan di selatan Viquque.

”Saya dan pasukan mungkin tidak dapat kembali setelah melakukan penyerangan Viquque yang terletak jauh dari basis. Tapi sebagai seorang prajurit, kita selalu siap melaksanakan tugas itu sebaik-baiknya apapun risikonya,” kenang Sutiyoso.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya