Sementara di Kabupaten Bogor, sebanyak 1.141 KK atau 4.092 jiwa terdampak kekeringan. Distribusi bantuan air bersih terus dilakukan, termasuk ke wilayah Kecamatan Nanggung.
Di Jawa Tengah, kekeringan juga melanda Kabupaten Banjarnegara, Klaten, dan Cilacap. Di Banjarnegara, sebanyak 339 KK atau 2.069 jiwa terdampak dan telah menerima bantuan 6.000 liter air bersih.
Adapun di Kabupaten Klaten, jumlah warga terdampak mencapai 2.161 KK atau 6.859 jiwa. Hingga 24 Juni 2026, BPBD telah mendistribusikan 121 tangki air bersih atau setara 605.000 liter.
Sementara itu, di Kabupaten Cilacap, kekeringan berdampak pada 667 KK atau 2.386 jiwa. Sebanyak 25.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di sejumlah kecamatan terdampak.
Di luar Pulau Jawa, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. BNPB mencatat sebanyak 4.245 KK atau 12.008 jiwa terdampak. Distribusi air bersih hingga 24 Juni telah mencapai empat desa dan sembilan dusun dengan total volume mencapai 450.000 liter.
Selain kekeringan, BNPB juga melaporkan sejumlah bencana lain yang masih dalam penanganan. Tanah longsor di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 10 KK atau 39 jiwa mengungsi, sementara 25 KK atau 87 jiwa lainnya berada dalam risiko terdampak.