Meta Bongkar Modus Baru Pelaku Judi Online, Pakai Cara Ini untuk Kelabui Sistem

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Selasa 30 Juni 2026 16:15 WIB
Director of Public Policy for South dan Central Asia Meta, Sarim Aziz (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Meta mengungkap pelaku judi online terus mengembangkan berbagai cara baru untuk menghindari sistem deteksi di platform digital. Selain menggunakan kata-kata berkode, mereka kini memanfaatkan kolom komentar media sosial untuk mengarahkan pengguna ke situs perjudian.

Director of Public Policy for South & Central Asia Meta, Sarim Aziz mengatakan, perang melawan konten judi online menjadi tantangan yang terus berkembang. Menurutnya, pelaku terus mencari celah agar lolos dari sistem moderasi.

"Para pelaku kejahatan ini menjadi lebih pintar dan mencoba menghindari taktik kami," ujar Sarim Aziz usai audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa (30/6/2026).

"Mereka mulai menggunakan kata sandi dan kata kunci yang tampak biasa saja untuk menghindari deteksi," katanya.

 

"Dan terkadang mereka menggunakan kolom komentar untuk mengarahkan orang ke situs web pihak ketiga guna menjebak mereka ke situs-situs judi tersebut," tambahnya.

Kondisi inilah yang, menurut Sarim, tidak bisa diatasi hanya oleh satu perusahaan teknologi. Ia menegaskan, persoalan judi online merupakan kejahatan transnasional yang melibatkan pelaku dengan motif keuntungan finansial yang sangat besar.

Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi antara platform digital, pemerintah, hingga aparat penegak hukum.

"Ini adalah masalah transnasional lintas batas yang dilakukan oleh pelaku-pelaku jahat dengan motivasi finansial yang tinggi. Ini tidak bisa diselesaikan oleh satu perusahaan saja," ujarnya.

 

Untuk itu, Meta dan Komdigi sepakat memperkuat kerja sama dalam menangani penyebaran konten judi online. Salah satu bentuk kolaborasinya adalah berbagi sinyal (signal sharing) untuk memperkuat sistem deteksi.

Selain itu, kata kunci unik dan pola baru yang ditemukan pemerintah juga akan dimanfaatkan Meta guna meningkatkan kemampuan sistem moderasinya. Meta juga akan mengombinasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam upaya tersebut.

"Sinyal-sinyal dan kata kunci unik yang kami dapatkan dari Komdigi dapat kami gunakan untuk meningkatkan penindakan kami di dalam perusahaan," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya