Di sisi lain, mekanisme pembersihan data (data cleaning), termasuk penyaringan terhadap bot, spam, maupun respons yang tidak valid, juga tidak dijelaskan secara terbuka. Ia menegaskan secara akademis, data IndexMundi lebih tepat dipandang sebagai gambaran sentimen di ruang digital, bukan sebagai representasi kondisi faktual di lapangan.
Hasil survei tersebut sebaiknya hanya dijadikan indikator awal yang kemudian diverifikasi menggunakan survei dari lembaga kredibel dengan metode ilmiah yang ketat, misalnya Transparency International atau Gallup Poll.
"Oleh karena itu, organisasi internasional dan akademisi menolak menggunakan IndexMundi Global Surveys sebagai rujukan ilmiah utama," pungkasnya.
(Arief Setyadi )