Di sisi lain, ia mengapresiasi sejumlah perusahaan aplikasi transportasi yang telah menyediakan fasilitas bagi mitra pengemudi. Namun, ia menilai jumlahnya masih terbatas sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, aplikator, dan komunitas pengemudi.
“Saya mengapresiasi langkah para aplikator. Namun jumlahnya masih sedikit dan belum merata. Ke depan perlu ada kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, pihak aplikator, dan komunitas pengemudi agar shelter yang dibangun memiliki standar yang baik, aman, nyaman, tersedia tempat pengisian daya telepon genggam, serta tidak mengganggu lalu lintas,” tuturnya.
Sementara itu, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub menyatakan terbuka untuk mengkaji pembangunan fasilitas pendukung transportasi online tersebut. Sudjatmiko pun menegaskan akan mengawal usulan itu agar dapat direalisasikan melalui program pemerintah.
“Hari ini kita sepakat bahwa persoalan ini harus segera mendapat perhatian. Jika terus ditunda, penumpukan kendaraan di trotoar maupun bahu jalan akan semakin sulit dikendalikan. Saya akan mengawal usulan ini hingga terealisasi demi kenyamanan para pengemudi sekaligus menciptakan transportasi perkotaan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi,” katanya.
(Arief Setyadi )