JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengungkap sejumlah materi dalam edukasi mengenai pencegahan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) yang saat ini sedang disusun. Salah satu materi yang disiapkan akan memuat pembahasan mengenai gerakan serta metode penyebaran LGBTQ yang disebut terjadi di masyarakat.
"Maka dalam insersi kurikulum itu diceritakan semua gerakan-gerakan apa saja yang sudah terjadi di masyarakat dan di dunia internasional yang kemudian dengan pemahaman gerakan itu semua metode-metode, segala macam bentuk penyusupan untuk itu," kata Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, di Kantor Bakom RI, Rabu (22/7/2026).
Syafi'i mengatakan materi tersebut disusun agar peserta didik memahami cara merespons penyebaran LGBTQ. Menurutnya, pemahaman itu diharapkan dapat membuat anak-anak tidak terjebak dalam paham yang dinilainya menyimpang.
"Kita informasikan kepada anak-anak agar mereka memiliki respons yang tepat agar tidak terjebak dalam gerakan-gerakan LGBT," imbuh dia.
Ia menambahkan, materi tersebut direncanakan mulai diajarkan kepada siswa kelas IV SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, tim Kemenag masih menggodok materi tersebut dan menargetkan insersi kurikulum dapat mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.
"Tim yang terus bekerja sampai hari ini untuk menginsersi kurikulum karena mengubah kurikulum itu mungkin butuh waktu yang lama. Kami ingin ini sudah mulai bisa berjalan pada tahun ajaran ini," tutupnya.
(Rahman Asmardika)