Ia melanjutkan, pihaknya juga melakukan verifikasi secara ketat terhadap para pemohon pelepasan kewarganegaraan.
"Kenapa sekarang jauh lebih sulit? Karena kan kita sudah punya kasus. Tiba-tiba ada orang yang memiliki paspor. Eh, ternyata berkasus di Indonesia. Nah, sekarang kita verifikasi," ucapnya.
"Kalau sekarang anaknya yang bermohon, ini kan banyak yang anak nih ya, kira-kira bermohon. Jangan-jangan di perusahaan si orang tuanya dia ada di situ, kemudian tiba-tiba ada masalah di pajak. Semua harus kita konfirmasi," pungkasnya.
(Awaludin)