Puluhan Ribu Migran Ilegal Telah Dipulangkan, Situasi di Ceuta Mulai Normal

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 02 Agustus 2026 15:34 WIB
Puluhan ribu migran menyerbut Ceuta pada Jumat, 31 Juli 2026.
Share :

Italia menangguhkan perjanjian Schengen dengan Spanyol yang memungkinkan pergerakan bebas visa antarperbatasan mulai Sabtu selama satu bulan. Beberapa negara Eropa telah menyarangkan agar keanggotaan Spanyol di zona pergerakan bebas Schengen ditangguhkan, meskipun hal itu hampir tidak mungkin dilakukan dalam praktiknya.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dalam surat kepada kepala Komisi Eropa dan Dewan Eropa, mengecam reaksi "egois" dari beberapa negara Uni Eropa. Ia mendukung pertemuan video para menteri dalam negeri tersebut.

Madrid telah mengerahkan pasukan, polisi, drone, penyelam, dan kapal ke pos terdepan Afrika Utara yang telah dikelolanya selama berabad-abad.

Setelah semalaman berkeliaran di pantai dan jalanan Ceuta, serta puluhan pria tidur di pasir, para jurnalis mengamati pada Sabtu beberapa anak muda berbalik untuk mengucapkan "adios" atau "selamat tinggal" kepada petugas sebelum menyeberang kembali ke Maroko.

Lebih banyak tentara berjaga di pantai kecil di sebelah pagar perbatasan, ditempatkan di bawah payung di pagi hari. Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan penghalang pneumatik baru sepanjang 500 meter telah dipasang di dekat pos perbatasan untuk memperkuat keamanan.

Ceuta, wilayah seluas 18,5 kilometer persegi, dan enclave Melilla di dekatnya adalah satu-satunya dua perbatasan darat Eropa dengan Afrika. Gelombang migran sebelumnya telah terjadi selama ketegangan antara Spanyol dan Maroko, termasuk pada tahun 2021, yang menyebabkan lebih dari 10.000 migran memasuki Ceuta hanya dalam dua hari.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya