"Paket Istana" versus Kiai Sepuh, Jelang Muktamar ke-35: Pertempuran Baru Ipul Lawan Yahya

Opini, Jurnalis
Minggu 23 Agustus 2026 09:33 WIB
M Sholeh Basyari,  Doktor Islamic Studies UIN Jogja
Share :

Penulis:  M Sholeh Basyari,  Doktor Islamic Studies UIN Jogja, Wakil Sekjen PB IKA PMII, Pendiri program Pascasarjana Insuri Ponorogo dan Pengasuh Pesantren Albasyariah Lengkong, Sukorejo, Ponorogo

PEMAIN utama Muktamar ke-35 Tambakberas, Jombang, masih Saifullah Yusuf dan Yahya Tsaquf. Ipul memainkan kartu 'paket istana", Yahya memegang kendali 'kiai sepuh".

Rekayasa Ipul atas apa yang disebut "paket istana", tidak cukup mampu meyakinkan publik NU untuk percaya begitu saja. Paket tersebut berikut "uang tanda jadi' untuk paket dan komposisi AHWA kubu Ipul, mendapat penolakan keras. Langkah Ipul sama sekali tidak populer. seakan persis seperti "sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga".

Serangan Balik Kubu Yahya

Dari sekian respon penolakan atas "paket istana" Ipul, datang dari sejumlah kyai sepuh. Kyai-kyai yang secara sekilas adakah komposisi keanggotaan AHWA kubu Yahya.

Dengan dipimpin Kiai Maruf Amin (KMA), kyai paling senior dengan jam terbang tiada tanding di NU saat ini, kubu Yahya menyerang kubu Ipul terkait tiga hal. Tiga hal itu: martabat NU, Ahwa tempat ulama bermusyawarah dan Marwah martabat  NU.

Tiga hal ini, secara telak sebagai serangan balik atas narasi dan strategi kubu Ipul. Kubu Ipul yang tanpa eweuh pekewuh menyeret keterlibatan istana dalam penentuan caketum PBNU dan Rois Aam, dituding kubu Yahya melalui kyai sepuh sebagai tidak memahami secara baik perjuangan dan mengkhianati  independensi NU.

Serangan kubu Yahya lewat forum kyai sepuh makin tajam terkait pemilihan komposisi AHWA yang polutif, manipulatif dan terkontaminasi adat dan tradisi partai politik yang pekat. Isu tentang down payment (DP) untuk memilih komposisi AHWA dalam suatu pertemuan di Palembang, dipandang merendahkan Marwah, martabat dan nilai luhur keulamaan.

"Masak kyai dalam jajaran Syuriah dikampanyekan untuk dipilih sebagai Ahwa?, protes mayoritas warga NU.

Masuknya Maruf Amin ke kubu Yahya  dan Melemahnya Miftahul Akhyar di Kubu Ipul

Dalam situasi kontestasi dan kompetisi menuju Ketua Umum maupun Rois Aam, terlalu sederhana kalau penolakan kyai sepuh yang diprakarsai KMA, atas langkah kubu Ipul "murni" dan demi menjaga Marwah NU saja.

Dua peristiwa yang berbeda sumbu ini, ideal jika diletakkan dalam konstruksi pemahaman dan kesadaran sebagai bentuk adu strategi, adu kejelian serta kecerdikan. Secara nalar politik, nyaris mustahil KMA yang sudah niat "mandito" ketika lengser dari Ketua Dewan Syuro DPP PKB, kemudian tiba-tiba tidak sekedar turun ke gelanggang tetapi juga  "berkeringat" adu jurus dengan kubu Ipul.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya