Umumkan Sanksi Baru, AS Ancam Depak Mitra Dagang Iran dari Sistem Dolar

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 25 Agustus 2026 09:07 WIB
Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Share :

WASHINGTON - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent telah mengumumkan sanksi baru terhadap Iran yang dia sebut akan mengisolasi Republik Islam tersebut. Menurut sanksi tersebut, Washington mengancam akan mengeluarkan negara mana pun yang melakukan transaksi keuangan dengan Iran dari sistem dolar AS, sebagai upaya untuk mengucilkan Teheran, menjadikan Iran sebagai "paria ekonomi".

Sanksi baru tersebut menyasar hampir 60 entitas, individu, dan kapal di berbagai wilayah hukum yang diduga memperdagangkan "teknologi nuklir dan rudal ilegal" dengan Iran, mendukung "operasi siber" Iran, serta memindahkan minyak Iran; demikian disampaikan Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan pada Senin (24/8/2026). Lebih dari sepertiga entitas dan individu yang dikenai sanksi—yakni 21 pihak—berbasis di China..

Departemen Keuangan juga menyatakan telah mengidentifikasi aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran sebagai sektor-sektor yang berpotensi terkena sanksi sekunder.

Dalam konferensi pers yang digelar kemudian pada hari itu, Bessent melangkah lebih jauh dengan mengumumkan dimulainya "Operation Economic Outcast" (Operasi Paria Ekonomi), yang ia gambarkan sebagai "serangan ekonomi terhadap jaringan keuangan Iran di seluruh dunia."

Bessent menjelaskan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi terhadap negara mana pun yang menolak untuk memutus hubungan ekonomi dengan Teheran.

"Entitas mana pun yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS," ujarnya, sebagaimana dilansir RT. Dia menambahkan bahwa "waktu sudah mulai berjalan."

Menurut data terbaru dari Bank Dunia, Iran mengekspor barang ke 147 negara dan mengimpor dari 114 negara. Saat ditanya bagaimana AS berniat memaksa tiga perempat negara di dunia untuk menghentikan perdagangan dengan Iran, Bessent mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menelepon sejumlah pemimpin dunia selama akhir pekan "dengan permintaan khusus untuk menghentikan interaksi mereka" dengan Iran, dan bahwa setiap negara telah diberikan "batas waktu yang jelas" untuk mematuhi tuntutannya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya