Banjir Bandang Nepal-China: Korban Meninggal Tembus 1.000 Orang, 4.000 Masih Hilang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 02 September 2026 09:30 WIB
Jumlah korban tewas akbat banjir bandang di Nepal menembus 1.000 orang. (Foto: WHO)
Share :

KATHMANDU - Tim penyelamat di Nepal terus melakukan pencarian di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terendam air di wilayah utara negara itu. Ratusan pekerja masih belum diketahui nasibnya di lokasi tersebut, tujuh hari setelah banjir bandang melanda kawasan dekat perbatasan dengan China.

Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 1.003 jiwa, demikian disampaikan Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMA) Nepal pada Selasa (1/9/2026) sore.

Hampir 4.000 orang masih belum diketahui keberadaannya, menurut Kementerian Luar Negeri Nepal, yang menambahkan bahwa sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara termasuk di antara mereka. Sementara itu, sekitar 11.800 orang telah berhasil diselamatkan. demikian dilansir RT

Di saat pihak berwenang berupaya menyalurkan bantuan dan pasokan bagi para penyintas, tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan ratusan orang yang diduga terjebak di dalam terowongan—yang berjumlah antara 12 hingga 13 buah—milik berbagai proyek PLTA yang tersebar di sepanjang koridor Sungai Trishuli.

NDRRMA mencatat ada 639 orang yang terkait dengan proyek-proyek PLTA tersebut yang dinyatakan hilang. Namun, pihak berwenang belum dapat memastikan berapa banyak dari mereka yang mungkin berada di dalam terowongan atau justru telah terseret arus.

Di Proyek PLTA Upper Trishuli-3A, tempat tim penyelamat telah menemukan dan mengebor hingga mencapai bagian depan terowongan pada Senin (31/8/2026), mereka masih terus memompa udara dan menguras air agar akses masuk dapat dilakukan. Alat berat ekskavator dan pemecah batu sedang membersihkan jalur akses menuju terowongan sepanjang 4 km tersebut; diperkirakan terdapat antara 30 hingga 40 orang di dalam fasilitas pembangkit listrik bawah tanah itu, demikian dilaporkan Kathmandu Post.

Sejak Senin, tim Angkatan Darat Nepal yang bekerja sama dengan para ahli dari negara lain telah bergerak lebih jauh ke dalam beberapa terowongan. Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa 24 ahli penyelamatan terowongan asal India dan sembilan orang dari Tiongkok telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, sementara sebuah tim dari Korea Selatan juga telah tiba di Nepal.

 

Sebuah tim gabungan berhasil menjangkau jarak 200 meter ke dalam terowongan Upper Trishuli-1 yang memiliki panjang 9,5 km. Tim penyelamat juga berhasil masuk sekitar 50 meter ke dalam terowongan Chilime dan sekitar 150 meter ke dalam terowongan Langtang—keduanya memiliki panjang sekitar 3 km.

Angkatan Darat Nepal menyatakan bahwa 279 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari lokasi proyek PLTA segera setelah banjir terjadi, termasuk 221 orang dari Upper Trishuli-3A dan 33 orang dari Upper Trishuli-1. Lebih dari 21.000 personel keamanan Nepal terlibat dalam upaya pencarian, evakuasi, dan penyaluran bantuan. NDRRMA menyebutkan bahwa 37 truk dan 37 kendaraan utilitas yang mengangkut makanan serta perlengkapan bantuan telah dikirim ke wilayah-wilayah terdampak, selain pasokan yang juga disalurkan melalui sembilan penerbangan helikopter.

Nepal telah mengajukan permintaan peralatan yang mencakup teknologi LiDAR, unit jembatan darurat, alat pendingin (freezer), perangkat tes DNA, dan drone berkapasitas tinggi untuk mendukung operasi penyelamatan dan bantuan.

Kementerian Luar Negeri menyatakan pihaknya sedang membantu keluarga warga negara asing yang hilang untuk mendapatkan informasi mengenai kerabat mereka dan—jika diperlukan—membantu proses identifikasi serta pemulangan jenazah, sembari mengakui "rasa pedih dan ketidakpastian" yang dialami keluarga yang masih menanti kabar mengenai anggota keluarga mereka yang hilang.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya