Sebuah tim gabungan berhasil menjangkau jarak 200 meter ke dalam terowongan Upper Trishuli-1 yang memiliki panjang 9,5 km. Tim penyelamat juga berhasil masuk sekitar 50 meter ke dalam terowongan Chilime dan sekitar 150 meter ke dalam terowongan Langtang—keduanya memiliki panjang sekitar 3 km.
Angkatan Darat Nepal menyatakan bahwa 279 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari lokasi proyek PLTA segera setelah banjir terjadi, termasuk 221 orang dari Upper Trishuli-3A dan 33 orang dari Upper Trishuli-1. Lebih dari 21.000 personel keamanan Nepal terlibat dalam upaya pencarian, evakuasi, dan penyaluran bantuan. NDRRMA menyebutkan bahwa 37 truk dan 37 kendaraan utilitas yang mengangkut makanan serta perlengkapan bantuan telah dikirim ke wilayah-wilayah terdampak, selain pasokan yang juga disalurkan melalui sembilan penerbangan helikopter.
Nepal telah mengajukan permintaan peralatan yang mencakup teknologi LiDAR, unit jembatan darurat, alat pendingin (freezer), perangkat tes DNA, dan drone berkapasitas tinggi untuk mendukung operasi penyelamatan dan bantuan.
Kementerian Luar Negeri menyatakan pihaknya sedang membantu keluarga warga negara asing yang hilang untuk mendapatkan informasi mengenai kerabat mereka dan—jika diperlukan—membantu proses identifikasi serta pemulangan jenazah, sembari mengakui "rasa pedih dan ketidakpastian" yang dialami keluarga yang masih menanti kabar mengenai anggota keluarga mereka yang hilang.
(Rahman Asmardika)