Klaim Kendali AS, Trump Ingin Ganti Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 08:48 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Share :

Ketika Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai konflik dengan menyerang Iran dan menewaskan pemimpin tertingginya awal tahun ini, presiden AS tersebut menjanjikan bahwa perang akan berlangsung selama enam minggu.

Namun, akhir cepat yang dijanjikan atas apa yang awalnya disebut Trump sebagai "ekspedisi kecil" tidak pernah terwujud. Konflik tersebut memasuki bulan ketujuh pada pekan lalu.

Meski demikian, Trump terus mengklaim kemenangan dan kendali atas Hormuz, serta berulang kali menyatakan bahwa Iran telah dikalahkan secara militer, terlepas dari kemampuan Iran untuk melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut.

Setelah serangan AS pada Selasa, Trump dengan tegas memperingatkan Teheran agar tidak melakukan pembalasan, seraya mengatakan bahwa Iran akan "diserang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat dan pada tingkat yang lebih tinggi" jika mereka merespons.

Namun, hanya dalam hitungan jam, militer Iran menembakkan rudal dan meluncurkan pesawat nirawak (drone) ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain, Yordania, dan Irak.

Usulan mengenai "Selat Trump" pada Rabu merupakan langkah terbaru presiden AS tersebut untuk menegaskan kendali atas konflik yang menurut para kritikus merupakan kesalahan langkah strategis yang kini berubah menjadi situasi pelik yang sulit diatasi.

Bulan lalu, Trump mengatakan bahwa ia memandang Selat Hormuz sebagai "wilayah Amerika". Pekan lalu, ia secara sepihak mengubah nama Danau Ontario—yang berbatasan dengan AS dan Kanada—menjadi "Danau Amerika" akibat perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan Kanada.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya