Pemimpin Negara dengan Bayaran Tertinggi di Dunia Terima Kenaikan Gaji Rp19,3 M

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 10 September 2026 01:05 WIB
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
Share :

Meskipun pemerintah tidak dapat menandingi penghasilan yang diperoleh sebagian dari mereka, "kami tidak menetapkan hambatan finansial yang terlalu tinggi" yang membuat mereka enggan meninggalkan karier demi terjun ke politik, ujarnya.

"Secara keseluruhan, saya yakin hal ini akan memberikan peluang yang lebih baik bagi saya dan para perdana menteri di masa mendatang untuk membujuk warga Singapura yang kompeten agar bersedia tampil, serta membentuk tim yang sekuat mungkin bagi Singapura," katanya.

Saat ini, paket gaji pokok para menteri berkisar di angka SGD1,1 juta. Dengan skema penggajian yang baru, angka tersebut akan meningkat menjadi sekitar SGD1,2 juta, demikian diwartakan BBC.

Akan tetapi, Wong memperkirakan sebagian besar menteri tersebut akan menerima jumlah yang lebih besar lagi—sekitar SGD1,35 juta—menjelang akhir masa jabatan pemerintah saat ini, mengingat gaji akan meningkat berdasarkan kinerja.

Sebagian dari paket gaji mereka ditentukan oleh pencapaian negara dalam memenuhi target-target tertentu terkait tingkat pengangguran, pertumbuhan pendapatan, dan pertumbuhan PDB.

Isu mengenai gaji tinggi para menteri Singapura telah lama menjadi sasaran kritik tajam yang ditujukan kepada partai berkuasa, People's Action Party (PAP), yang telah memimpin negara tersebut sejak masa kemerdekaan.

Dalam pemilihan umum penting tahun 2011, PAP mencatat perolehan suara terendah dalam beberapa dekade, yang sebagian dipicu oleh ketidakpuasan pemilih terhadap gaji menteri serta kebijakan imigrasi. Tahun berikutnya, pemerintah memangkas gaji para menteri.

Pendahulu Wong, Lee Hsien Loong, juga pernah berjanji untuk menyumbangkan kenaikan gajinya untuk kegiatan amal selama beberapa tahun, dimulai pada tahun 2007.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya