Ia menegaskan, apabila reshuffle kabinet nantinya dilakukan, keputusan tersebut akan didasarkan pada hasil evaluasi.
Menurut Prabowo, pergantian menteri dapat dilakukan untuk menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya. Pergantian juga dimungkinkan apabila ada menteri yang dinilai tidak cocok dengan posisi yang ditempati atau menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas.
"Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita. Organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang benar. Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan," paparnya.
(Awaludin)