BEKASI — Sebanyak 24 Duta Lingkungan mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik sisa makanan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Training of Trainer (ToT) program pengabdian masyarakat BINAR MATAMU (Bijak dan Benar, Makan Tanpa Mubazir) yang digagas oleh Tim Pengabdi Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Program BINAR MATAMU dilaksanakan melalui sumber pendanaan Hibah Pengabdian Masyarakat Skema Penugasan, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia Tahun 2026 Nomor PKS-202/UN2.PPM/HKP.05.01/2026.
Sebelum mengikuti praktik budidaya maggot, para peserta mendapatkan penyegaran materi mengenai 5 strategi mengurangi food waste yang telah diperkenalkan melalui program BINAR MATAMU sejak 2025. Sesi ini bertujuan menguatkan kembali pemahaman peserta mengenai upaya mencegah makanan terbuang, sebelum peserta masuk ke tahap lanjutan, yakni bagaimana mengelola sampah organik yang sudah terlanjur dihasilkan.
Pelatihan melalui budidaya maggot BSF mencakup pengenalan maggot BSF, cara pemeliharaan, serta potensi pemanfaatan maggot dan produk turunannya. Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga diperkenalkan secara langsung pada praktik budidaya maggot yang didemonstrasikan oleh instruktur dari Magobox. Melalui demonstrasi tersebut, peserta mempelajari tahapan dasar pemeliharaan maggot BSF dan cara memanfaatkannya untuk mengelola sampah organik rumah tangga.
Selanjutnya, masing-masing Duta Lingkungan mendapat alat praktik untuk digunakan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Praktik tersebut selanjutnya akan dipantau dan didampingi oleh tim pengabdi melalui kegiatan pendampingan dan pemantauan pada tahap berikutnya.