“Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat untuk memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, terutama ketika paparan asap karhutla berlangsung berkepanjangan,” tuturnya.
Selain itu, Irma menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Penanganan cepat ini dinilai kian mendesak lantaran masyarakat di daerah terdampak telah menyuarakan keluhan keras terkait pekatnya asap karhutla. “Tak sedikit warga yang menunjukkan kondisi anak-anak mereka mengalami sesak napas hingga membutuhkan bantuan medis tambahan,” pungkas Irma.
(Rahman Asmardika)