Secara keseluruhan, sekitar 33.000 ton jagung menjadi bagian dari langkah percepatan mobilisasi pasokan dari ketiga wilayah tersebut untuk memperkuat ketersediaan jagung pakan bagi peternak mikro di Pulau Jawa.
Ahmad Rizal menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan jagung pakan tidak terlepas dari tingginya permintaan telur dan daging ayam, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan bahan baku pakan, khususnya bagi peternak mikro. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah telah menetapkan tambahan penugasan SPHP jagung tahap kedua sebanyak 150.000 ton, sehingga BULOG terus mengoptimalkan distribusi dari wilayah-wilayah sentra produksi menuju daerah yang membutuhkan.
Melalui program SPHP, jagung pakan disediakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp5.500 per kilogram sampai di tingkat peternak melalui mekanisme penyaluran yang ditetapkan.
Program ini secara khusus ditujukan kepada peternak mikro melalui koperasi atau kelompok peternak yang memenuhi persyaratan, guna membantu menjaga keterjangkauan biaya produksi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.