EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pelestarian macan tutul jawa harus dilakukan bersamaan dengan perlindungan ekosistem hutan secara menyeluruh.
"Sebagai predator puncak keberadaannya merupakan indikator vital bagi kesehatan hutan yang menjadi penyangga tata air dan keanekaragaman hayati. Melalui pilar Bakti Lingkungan, kami mendukung kajian ilmiah ini guna memastikan setiap langkah intervensi konservasi bertumpu pada data dan kondisi lapangan," kata Hera.
Temuan 19 individu macan tutul jawa di TNBTS menjadi salah satu gambaran kondisi populasi satwa endemik Pulau Jawa tersebut. Meski ketersediaan mangsa alami memberikan harapan, perlindungan habitat, pemantauan populasi, dan keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
(Awaludin)