nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minggik & Terpidana Bom Bali I Ikutan Nyoblos

Miftahul Ulum , Jurnalis · Rabu 09 Juli 2008 12:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2008 07 09 244 126019
BALI - Terdakwa kepemilikan ratusan senjata tajam dan puluhan senjata api dan granat, Imade Sutama alias Minggik, tak melewatkan hak pilihnya untuk mencoblos dalam Pilkada Bali. Minggik terus terang mengaku tidak akan memilih jago PDIP Made Mangku Pastika-AA Puspayoga.

Minggik ditahan setelah polisi melakukan operasi besar-besaran di sejumlah tempat di Denpasar. Minggik yang dikenal sebagai pentolan kelompok pemuda yang berpengaruh di Bali itu ditahan 3 bulan lalu di Tahanan Brimob Polda Bali.

Minggik kemudian dipindah ke LP Grobokan, Denpasar. "Terus terang karena saya pernah dipecat oleh PDIP. Saya tidak akan memilih calon yang diusung PDIP. Seluruh anggota tidak ada yang dukung Mangku (Pastika)," kata Minggik kepada wartawan, Rabu (9/7/2008).

Minggik mengungkap alasannya tidak memilih Pastika. "Terus terang sebab dulu saat Mangku menjabat Kapolda, anggota saya dihabisi," beber Minggik usai mencoblos sekira pukul 12.00 Wita.

Sementara itu, terpidana bom bali I, Maskur Abdul Kadir yang tengah menjalani vonis 15 tahun, terlihat juga melakukan pencoblosan di LP Grobokan.

Abdul Kadir, ditangkap karena berperan sebagai sopir yang mengantar survei Amrozi Cs ke lokasi pengemboman, termasuk mengantar ke penyedia rental mobil yang digunakan untuk pengeboman. Abdul Kadir juga dinyatakan bersalah karena menyembunyikan Amrozi cs saat masih berada di Bali.

Abdul Kadir melakukan pencoblosan pukul 08.00 Wita tanpa pengawalan ketat. Abdul Kadir sendiri masih tercatat sebagai warga Bali, karena KTP-nya masih beralamat di Kabupaten Singaraja. Anak buah Amrozi ini ditahan sejak 23 April 2004, dan sudah mendapat remisi 21 bulan.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini