JAKARTA - Â Kemunculan Andaryoko yang mengaku sebagai tokoh PETA Supriyadi membuat sebagian kalangan mendesak agar persoalan sejarah tersebut tuntas. Â Salah satu pihak itu adalah TNI, karena secara tidak langsung Supriyadi memiliki kaitan dengan sejarah berdirinya TNI.
Namun menurut Kapuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen hal itu belum bisa dilakukan TNI saat ini . Salah satu penyebabnya adalah Supriyadi yang hilang misterius itu belum masuk sebagai anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang kemudian berganti nama dengan TNI.
"Supriyadi tidak ada kaitan langsung. TNI melihat perkembangan saja," jelas Sagom saat berbincang dengan okezone, Kamis (14/8/2008).
Sagom mengungkapkan, meski sebagian besar anggota PETA masuk menjadi anggota  TKR, namun berdasarkan catatan sejarah TNI, ketika itu Supriyadi belum sempat bergabung.
"Beliau itu komandan PETA, memang banyak anggotanya pada masa dulu bergabung ke TNI (TKR.red). Tapi Beliau (Supriyadi) sejak memberontak terhadap Jepang tidak kelihatan, dan tidak pernah mendaftar ke TNI karena belum sempat. Beliau menghilang," terang Sagom.
Menurut dia, catatan soal Supriyadi hanya terlihat saat Supriyadi  ikut sekolah PETA di Bogor sebelum akhirnya berjuang. " Memang ada catatan Supriyadi sekolah calon tentara PETA di Bogor setelah itu pergi berjuang tapi tidak lama setelah itu menghilang," ungkap Sagom.
Menurut Sagom, jika ada keinginan untuk mengungkap secara tuntas kasus kemunculan orang yang mengaku-ngaku sebagai Supriyadi maka hal itu adalah kewenangan Departemen Sosial.
"Supriyadi diangkat menjadi pahlawan, kewenangan untuk mengungkap itu ada di  Departemen Sosial," terangnya.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.