JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Anas Urbaningrum terpilih sebagai salah satu Pimpinan Kolektif Nasional (PKN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dalam musyawarah nasional bersama yang digelar selama dua hari di Ballroom Hotel Sahid, Jakarta.
Selain rekonsiliasi, Munas Islah antara Presidium Majelis Nasional KAHMI dan Pengurus Majelis Nasional KAHMIÂ Fuad Bawazier itu juga berhasil menetapkan enam Pimpinan Kolektif Nasional KAHMI.
Dari hasil pemungutan suara yang digelar secara maraton sejak pukul 23.00 WIB tadi malam hingga 04.45 WIB dini hari tadi, Anas Urbaningrum memperoleh 413 suara. Kemudian disusul Viva Yoga Mauladi (326 suara), Abidinsyah Siregar (326 suara), Harry Azhar Azis (260 suara), Mubyl Handaling (250 suara), dan Tamsil Linrung (206 suara).
Empat anggota PKN KAHMI tercatat sebagai anggota DPR yakni, Anas Urbaningrum (Ketua Fraksi Partai Demokrat), Viva Yoga Mauladi (Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional), Harry Azhar Azis (anggota Fraksi Partai Golkar), dan Tamsil Linrung (anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera).
Anas menyambut positif terselenggaranya Munas Islah tersebut. Menurut dia, sebenarnya antara dua kepengurusan KAHMI tidak ada perbedaan prinsipil.
"Alhamdulillah, setelah lebih dari lima tahun terbelah, KAHMI kembali menjadi satu. Selain pada dasarnya tidak ada perbedaan prinsipil, di antara para pihak terbangun kesadaran untuk menyelesaikan perpecahan dengan baik dan bermartabat," kata Anas di Jakarta.
Mantan Ketua Umum PB HMI ini berharap semangat islah KAHMI dapat memberikan contoh nyata penyatuan kembali organisasi yang terpecah. Sebab, kata dia, di Indonesia terlalu banyak organisasi yang mengalami perpecahan internal, namun sedikit yang menyelesaikan secara islah. "Munas KAHMI kali ini diharapkan bisa menjadi model bagi penyelesaian perpecahan pada sebuah organisasi," harap mantan anggota KPU ini.
Keenam pimpinan kolektif ini juga pilihan dari representasi tiga wilayah. Yaitu barat, tengah, dan timur Indonesia. Proses islah kedua kubu KAHMI cukup panjang. Sesepuh KAHMI yang kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung punya andil besar dalam proses islah ini.
Keuletan, kesabaran, serta independensi, Akbar akhirnya berbuah Nota Kesepakatan Bersama. Nota Kesepakatan itu ditandatangani pada 30 Juni 2009 lalu, dan dituangkan dalam Deklarasi Islah Penyatuan KAHMI.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.