MOJOKERTO - Penetapan status tersangka terhadap Mbah Aan, pendiri sekaligus pemimpin aliran Ilmu Kalam Santriloka, disambut aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Penyelamat Aqidah (GEMPA).
Massa yang terdiri dari Dewan Mahasiswa (Dema) STIT Raden Wijaya, BEM Universitas Mayjen Sungkono (Unimas), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto itu mendesak polisi agar menuntaskan kasus yang dianggap menyakiti hati umat Islam itu.
Kamis (05/11/2009) sore sekira pukul 17.00 WIB, sekira 30 mahasiswa mendatangi Mapolresta Mojokerto untuk memberikan dukungan kepada polisi agar memproses pelanggaran hukum yang dilakukan Mbah Aan.
Mereka menilai, ajaran Santriloka telah menyakiti umat Islam dan memancing konflik SARA. "Sudah jelas jika aliran ini sesat. Terbukti dari ajaran yang dipertontonkan dalam VCD yang telah beredar ke masyarakat umum," ungkap Ulil Absar, koordinator aksi.
Mereka juga mendesak kepada Mbah Aan untuk melakukan tobat secara pribadi dan menyerukan kepada para santrinya agar kembali ke jalan yang benar. "Juga, agar Mbah Aan menyatakan secara tertulis bahwa ajarannya yang diberikan kepada para santrinya itu sesat. Dan harus meminta maaf kepada umat Islam. Pertanggungjawabkan juga statement yang ada di VCD yang sudah beredar luas itu," tuntutnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.