Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Muktamar Ke-35 NU, Halaqoh Nasional Boyolali Rumuskan 9 Seruan

Awaludin , Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |21:00 WIB
Jelang Muktamar Ke-35 NU, Halaqoh Nasional Boyolali Rumuskan 9 Seruan
Halaqoh Nasional Boyolali (foto; dok ist)
A
A
A

BOYOLALI - Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sejumlah kiai, intelektual pesantren, dan aktivis Nahdliyin yang tergabung dalam forum Halaqoh Nasional di Pondok Pesantren Al Musthofa Ngeboran, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, menyerukan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap arah organisasi dan kepemimpinan PBNU.

Forum tersebut menghasilkan sembilan seruan yang ditujukan kepada peserta Muktamar ke-35. Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah ajakan agar para peserta lebih cermat dalam menentukan figur pemimpin organisasi ke depan.

"Pesan utama yang perlu kita sampaikan kepada para peserta Muktamar ke-35 NU, agar hati-hati dalam menentukan pemimpin NU. Jangan salah lagi," kata peserta halaqoh asal Sragen, KH Imron Rosyidi, Selasa (2/6/2026).

Sementara itu, pengasuh Ponpes Al Musthofa sekaligus tuan rumah kegiatan, KH Raden Muhammad Yasin, mengingatkan sejarah penyelenggaraan Muktamar NU di Solo yang menurutnya sarat dengan semangat menjaga independensi organisasi dari kepentingan kekuasaan.

"Di kota ini, hampir satu abad lalu, para ulama NU berkumpul dalam Muktamar ke-10 tahun 1935. Mereka datang bukan untuk membagi jabatan, bukan untuk mengatur akses kekuasaan, bukan pula untuk menegosiasikan kedekatan dengan penguasa," ujar Yasin.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement