nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wahyu Eka: Saya Ingin Jadi Presiden

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2010 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 05 21 373 335053 AXtgbl1pcS.jpg Wahyu Eka Novianto Repi, satu-satunya pembicara siswa di KGI 2010 (foto: Rifa/okezone)

JAKARTA - Ada yang menarik dari Kongres Guru Indonesia (KGI) 2010. Wahyu Eka Novianto Repi, tampil sebagai satu-satunya pembicara yang masih duduk di Sekolah Menengah Umum (SMU).

Di forum yang dihadiri sekira seribu guru dari seluruh Indonesia ini, Wahyu tampil membawakan makalahnya tentang pembuatan pupuk hayati dari seratus hormon tumbuhan, rumput laut, enam macam limbah hewan, dedak, sekam, dan kelapa. 

Di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Manado memang telah diterapkan proses pelestarian lingkungan. Para siswa diajarkan untuk bersikap ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.  

"Tidak ada satu hari pun terlewati oleh kami di SMU 7 Manado tanpa adanya aktivitas pelestarian lingkungan," tegas Wahyu.

Karena konsistensinya itulah SMA 7 Manado baru-baru ini mendapatkan penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Diakui Wahyu, awalnya dia merasa gugup berbicara di hadapan para guru peserta KGI 2010. "Kemudian saya berpikir bahwa saya hanya mempresentasikan makalah sebagai siswa, bukan sebagai peneliti. Jadi kalau ada salah mungkin bisa dimaafkan," ujar Wahyu sambil tertawa.

Di akhir pemaparannya, Wahyu menegaskan, setiap siswa mampu berkembang dengan kreativitasnya jika sekolah memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakat siswa tersebut.

Wahyu bersyukur diberi kesempatan "pentas" di KGI 2010. Pengalaman ini diyakininya menjadi salah satu pelatihan pengembangan kepribadiannya menjadi berkarakter unggul dan mempunyai kompetensi di berbagai bidang, memiliki kemampuan akademik yang baik, keberanian mengemukakan pendapat, serta berpikir kreatif.

Lewat forum KGI 2010 Wahyu juga berharap pemerintah bisa merumuskan cara untuk mendeteksi bakat siswa sejak dini, agar masa depan generasi penerus bangsa dapat diarahkan secara optimal.

Wahyu sendiri bercita-cita menjadi presiden. Dia telah menyusun rencana untuk mewujudkan cita-citanya itu. "Setidaknya saya punya rencana-rencana untuk mewujudkannya. Di umur sekian saya harus menjadi apa. Jadi kalau cita-cita saya tidak tercapai, saya punya pelampung untuk mencegah saya tenggelam dalam kegagalan," pungkasnya mantap.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini