JAKARTA - Mahasiswi Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Parahyangan, Bandung, Asyifa Syafiningdyah Putriambami Latief terpilih menjadi Miss Indonesia 2010 beberapa waktu lalu. Meski sibuk dengan kegiatan non-akademis, mahasiswi angkatan 2007 ini berusaha tetap menyeimbangkan prestasinya di kampus. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Syifa termasuk di atas rata-rata, yaitu 3,03.
"Yang penting kita rajin. Meski awalnya saya tidak bisa di satu mata kuliah tertentu, dengan rajin mengikuti perkuliahan, saya jadi bisa," terang mojang 22 tahun ini.
Mahasiswi semester enam ini mengaku, tidak melulu memandang nilai atau IPK sebagai yang paling penting. Karenanya, dia berusaha mengembangkan bidang akademis dengan kemahasiswaan.
Di kampus, Syifa memang aktif dalam Himpunan Mahasiswa (Hima) Akuntansi. Dia pernah dipercaya menjadi bendahara dan staf acara dalam berbagai kegiatan Hima-nya. "Saya berprinsip, sebisa mungkin saya mencari tahu dan mencoba hal-hal baru," jelas semi finalis Wajah Femina tahun 2009 ini sambil tersenyum.
Dengan mengusung prinsip Be Yourself, Syifa mengalahkan 32 finalis Miss Indonesia lainnya dari seluruh Indonesia. Selama masa karantina dan setelah resmi terpilih menjadi Miss Indonesia 2010, Syifa terpaksa menunda kuliahnya sementara waktu hingga masa jabatannya usai. "Sedih, karena saya tidak akan bertemu teman-teman kuliah selama setahun," tuturnya.
Meski demikian, Syifa bertekad kembali ke kampus dan menyelesaikan studinya. Pihak kampus, selain memberikan kelonggaran, juga memberi Syifa beasiswa hingga lulus atas prestasinya tersebut.
Dia memiliki misi, ingin memberi ilmu kepada orang lain. Salah satu caranya, kata Syifa, bisa dengan mengajar di tempat dia belajar modelling. "Tidak melulu harus jadi dosen," imbuh dara yang juga dianugerahi gelar Miss Tubuh Indah tersebut.
Selama masa karantina, Syifa mengaku, memetik banyak pelajaran. Menurutnya, semua materi yang diajarkan penting bagi pengembangan wawasan dan kepribadiannya. "Selain itu, karena selama karantina para finalis tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan keluarga, kami belajar menjadi keluarga. Kami saling membantu, menjaga, dan menguatkan," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.