Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seruan Pulang Kampung untuk WNI di Malaysia

Dadan Muhammad Ramdan , Jurnalis-Kamis, 02 September 2010 |12:31 WIB
Seruan Pulang Kampung untuk WNI di Malaysia
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Selain mengancam akan melakukan sweeping terhadap warga Malaysia, Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menyerukan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara jiran itu untuk segera pulang ke Tanah Air.

Seruan pulang kampung ini ditujukan kepada para tenaga kerja (TKI/TKW), pelajar/mahasiswa, sampai perwakilan pemerintah dan lainnya sebagai bentuk protes kepada Malaysia. "Kami juga menyerukan segera pulang kampung kepada WNI di Malaysia," terang aktivis Bendera Mustar Bona Ventura Manurung kepada okezone, Kamis (2/9/2010).

Menurut dia, sudah habis kesabaran bangsa Indonesia terhadap penghinaan dan pelecehan yang dilakukan Malaysia. Seruan pulang kampung ini juga merespons sikap pemerintah yang lembek seperti ditunjukan pidato Presiden SBY, semalam.

Lebih lanjut Mustar mengungkapkan pilihan diplomasi yang diambil pemerintah dalam menyelesaikan krisis hubungan kedua negara bertetangga ini tidak membuat Malaysia berhenti berulah. Berulang kali mereka menginjak-nginjak kehormatan dan kedaulatan bangsa. "Harus ada keberanian menggagas pilihan baru, perang lawan Malaysia kita jangan takut. Kita punya banyak penduduk," jelasnya.

Sekadar diketahui, dalam pidatonya di Mabes TNI semalam, Presiden SBY mengungkapkan ada sekitar dua juta WNI yang bekerja di Malaysia – di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Selain itu, ada sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement