Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Panik Hadapi Letusan Merapi

Maria Ulfa Eleven Safa , Jurnalis-Jum'at, 29 Oktober 2010 |10:17 WIB
Pemerintah Panik Hadapi Letusan Merapi
A
A
A

YOGYAKARTA - Pemerintah dinilai panik menghadapi bencana meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Klaim pemerintah siap menghadapi kemungkinan terburuk dari bencana ini, namun fakta di lapangan berkata lain.

"Contoh kecil saja, kenapa banyak warga yang kembali ke rumahnya masing-masing meski status Merapi masih awas. Itu karena pemerintah tidak bisa menjamin bahwa harta benda yang mereka miliki tidak dicuri orang," Kordinator Disaster Response, Dompet Dhuafa, Iman Surahman kepada okezone via telepon, Jumat (29/10/2010).

Seharusnya, pemerintah membuat posko-posko penampungan tidak hanya untuk manusia saja, melainkan untuk barang-barang berharga dan ternak milik warga. "Kalau kami sudah berinisiatif sendiri untuk membuat pengungsian khusus hewan ternak dan benda-benda elektronik lainnya," tambahnya.

Iman menilai koordinasi antara lembaga kemanusiaan yang dimiliki pemerintah masih berantakan. "PMI berjalan sendiri, BNBP juga berjalan sendiri, mereka seolah-olah mau menjadi pahlawan dan menonjol," imbuhnya.

Menurut dia, lebih baik pemerintah mengumpulkan lembaga kemanusiaan baik dari pemerintah maupun swasta untuk bersatu menangani bencana ini. Misalnya, lembaga kemanusiaan A bertugas menangani makanan untuk warga dan lembaga kemanusiaan B bertugas menangani kesehatan dan sebagainya.

"SDM yang kami miliki banyak, kalau kami satukan ini akan menjadi energi yang bagus. Kalau kami mau berinisitif sendiri takutnya salah dan pemerintah memang harus memberikan komando. Pemerintah juga harus lebih cerdas menangani masalah ini karena Gunung Merapi meletus bukan sekali dua kali," tutupnya.(bul)

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement