BANYUMAS - Ratusan penganut Islam aliran Aboge di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, baru melaksanakan Salat Idul Adha, Kamis (18/11/2010).
Mereka menggelar salat tepat pukul 06.15 WIB. Menurut Ketua Islam Aboge Sudiworo, aliran Islam Jawa ini sudah ada secara turun-temurun, bahkan sejak akhir zaman kerajaan Hindu. Aboge sendiri berasal dari kata alif, rebo dan wage yang artinya satu hari dari hari pasaran Jawa.
Sudiworo menambahkan, perhitungan jatuhnya Idul Adha ini menghitung jatuhnya Hari Raya Idul Adha berdasarkan perhitungan hari pasaran Jawa. Untuk kali ini, perhitungan hari Idul Adha jatuh tepat satu hari sesudah Idul Adha yang ditetapkan pemerintah.
"Hitungan kami selalu tidak pernah mendahuli pemerintah ataupun bersamaan dengan lebaran pemerintah. Kalau tidak mundur satu hari, bisa juga mundur dua hari," jelas Sudiworo.
Sementara demi memberikan rasa nyaman dalam beribadah, sejumlah aparat kepolisian terlihat mengamankan Salat Idul Adha umat Aboge. Usai salat, jamaah dengan khidmat mendengarkan khotbah yang diberikan oleh tokoh agama setempat. Kemudian mereka bersalaman untuk saling memaafkan. Saat bersalaman, antara jamaah pria dan wanita tidak diberi pembatas dan menjadi satu.
Sebelum acara tradisi makan bersama, warga juga menyalakan petasan renteng. Petasan ini dinyalakan tepat di depan Masjid Al Ihlas, tempat mereka melakukan Salat Idul Adha.
Sesudah itu warga pun menggelar tasakuran dengan makan bersama. Bekal yang mereka bawa dari rumah ditata berderatan dan mereka makan setelah berdoa terlebih dahulu. Sesudah makan bersama, baru warga memotong hewan kurban. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga sekitar yang tidak mampu.
Sementara itu di wilayah Kabupaten Banyumas sendiri ada ratusan warga penganut Islam Aboge. Mereka tersebar di berbagai desa dan kecamatan dan secara serentak melaksanakan Salat Idul Adha.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)