Image

Survei BKKBN Soal "Perawan" Bikin Panik Orangtua

Dede Suryana, Jurnalis · Senin, 29 November 2010 - 17:47 WIB

JAKARTA - Banyak pihak mempertanyakan keabsahan hasil survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) soal separuh remaja di Jabotabek sudah tidak perawan. Survei ini juga dianggap membahayakan karena akan membuat panik orangtua.

“Data itu harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Metologinya seperti apa, pengambilan sampelnya, dan lain-lain. Karena tidak mungkin menggunakan sensus,” ujar sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Paulus Wirutomo kepada okezone, Senin (29/11/2010).

Menurut Paulus, survei ini bukan saja tidak efektif, tetapi justru berpotensi menimbulkan konflik keluarga. Orangtua yang mengetahui hasil survei ini, kata dia, akan bertanya-tanya soal kemungkinan anaknya termasuk dalam 51 persen remaja yang bukan perawan tersebut.

“Akan timbul kecurigaan. Belum lagi perlakukan orangtua terhadap anak-anaknya juga sudah pasti berbeda. Bukan tidak mungkin ada yang memperlakukan mereka (anak-anaknya) dengan keras dan tidak masuk akal. Ini akan berdampak psikologis,” jelas guru besar UI kelahiran Solo, 29 Mei 1949 ini.

Selain itu, hasil survei ini dinilai Paulus terlalu gender, di mana hanya perempuan yang dijadikan objek. Sementara remaja pria tidak disebut dalam penelitian ini.

“Ini bisa saja malah miss leading. Karena keperawanan bukan indikator yang baik untuk menentukan orang tersebut sudah melakukan hubungan seks atau belum,”

Seperti diberitakan, data BKKBN 2010 mencatat sebanyak 51 persen remaja di Jabotabek telah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Selain Jabodetabek, data yang sama juga diperoleh di wilayah lain seperti Surabaya, di mana remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen.  

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming