PADA tanaman, akar memiliki fungsi yang sangat penting. Tidak jarang, akar adalah awal mula dari kehidupan suatu tanaman. Setinggi apapun pohonnya, sang akar selalu menopang kehidupan bagi pohonnya. Bagi beberapa macam tanaman bakau, benda yang biasanya berbentuk serabut atau tunggang ini menjadi alat respirasi. Namun di balik semua kebaikan yang dimiliki oleh akar tersebut, akar tidak pernah menunjukan dirinya.
Jikalau seorang anak diibaratkan menjadi sebuah pohon, tidak aneh bila seorang ibu bisa diibaratkan menjadi akar. Sehebat apapun sang anak, tidak akan lepas peran dari sang ibu terhadap kesuksesannya. Ketika sang anak menjadi seorang presiden sekali pun, jasa seorang ibu tidak bisa dilupakan begitu saja. Namun, sang ibu tidak pernah menunjukan jasanya. Sang ibu tidak pernah ingin diketahui oleh khalayak ramai bahwa beliau adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan anaknya.
Akar selalu menopang kehidupan pohonnya. Begitupun seorang ibu terhadap anaknya. Ibu selalu menopang kehidupan anak-anaknya. Ibu selalu mengorbankan banyak hal agar kebutuhan anaknya bisa terpenuhi dengan baik. Selain itu, ketika sang anak jatuh, ibu adalah penopang yang paling baik dalam hidupnya. Di tengah lingkungan yang benar-benar menyudutkan sang anak, bisa dipastikan bahwa ibu adalah satu-satunya orang yang selalu mendukung anak-anaknya.
Akar adalah alat respirasi bagi pohonnya. Tidak jarang, seorang ibu juga menyemangati anaknya agar selalu berusaha mengejar mimpinya. Ibu selalu memberikan nafas-nafas yang bernilai positif dan bisa mengangkat rasa optimis bagi anaknya. Mimpi yang sebenarnya tidak mungkin, namun berkat dorongan motivasi yang tidak berhingga dari seorang ibu bisa membuat rasa optimistis pada sang anak menjadi sangat tinggi.
Seorang ibu tidak akan pernah senang jika hanya menjadi orang yang terkenal di balik kesuksesan anaknya. Sang ibu tidak akan pernah menginginkan popularitas. Beliau hanya menginginkan anak yang dicintainya menjadi anak yang berbakti dan bermanfaat bagi orang lain.
Saudara-saudaraku kontribusi kita terhadap bangsa ini tidak akan berarti sama sekali bila hubungan kita dengan ibu kita masih sangat buruk. Marilah kita perbaiki hubungan kita dengan ibu kita dan marilah menjadi orang yang berbakti bagi bangsa dan negara, serta bagi ibu kita!
Untuk seluruh ibu di Indonesia, kontribusimu terhadap bangsa dan negara ini akan terus mengalir, walaupun engkau tidak sepopuler putra-putrimu. Selamat Hari Ibu.
Prama Adistya Wijaya
Departemen Matematika Fakultas Matematika dan IPA
Institut Pertanian Bogor
(rfa)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.