COLOMBO - Penyebaran flu babi di Sri Lanka telah menewaskan 22 orang dan menyebabkan 300 lainnya terinfeksi. Jumlah korban tewas itu tercatat dalam 2 bulan terakhir.
Angka resmi dari Kementerian Kesehatan Sri Lanka mengungkapkan, korban tewas tercatat sejak virus H1N1 merebak, 25 Oktober lalu, sementara 342 lainnya terjangkit.
"Wabah influenza yang disebabkan virus ini mempengaruhi kinerja paru-paru dan memicu terjadinya penyakit pneumonia parah. Hujan deras dan cuaca dingin membantu penyebaran virus ini," ungkap ahli wabah penyakit Pemerintah Sri Lanka Sudath Peiris seperti dikutip AFP, Senin (27/12/2010).
Kementerian mendesak warga untuk menghindari tempat yang ramai dan memerintahan petugas kebersihan untuk membersihkan telepon umum dengan menyemprotkan disinfektan delapan kali sehari.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengumumkan bahaya pandemi flu babi di Agustus lalu. Pengumuman ini berlangsung setahun setelah virus itu tersebut menyebar ke seluruh dunia dan menewaskan ribuan orang.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari