MOSKOW - Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyatakan, pihak manajemen Bandara Domodedovo dianggap sebagai pihak yang harus bertanggung atas insiden pengeboman yang terjadi pada hari Senin 24 Januari.
Sebelumnya Presiden Medvedev mengadakan pertemuan darurat dengan Jaksa Agung Yuri Chaika dan Ketua Komite Penyelidik pengeboman Alexander Bastrykin. Mereka membahas insiden yang terjadi di Bandara Domodedovo yang telah menewaskan 35 orang.
"Yang terjadi adalah jelas parimeter keamanan telah dilanggar," ungkap Presiden Medvedev seperti dikutip Interfax, Selasa (25/1/2011).
"Siapapun yang berusaha memasukan bahan peledak ke bandara dalam jumlah yang banyak, seharusnya berusaha keras untuk melewati pihak keamanan," ucap Medvedev.
"Seluruh pihak yang terkait dengan pengambilan keputusan dan manajemen bandara sendiri, harus memberikan jawaban mengenai ini. Ini adalah tindakan teror," tegas Medvedev.
Laporan menunjukan ledakan yang terjadi di pintu kedatangan internasional tersebut, diperkirakan menggunakan kekuatan peledak jenis TNT yang mencapai lima hingga tujuh kilogram.
(Fajar Nugraha)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari