Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peneliti Lapan Cek Kemunculan Crop Circle di Sleman

Dadan Muhammad Ramdan , Jurnalis-Selasa, 25 Januari 2011 |07:13 WIB
Peneliti Lapan Cek Kemunculan <i>Crop Circle</i> di Sleman
Ilustrasi (Ist)
A
A
A

JAKARTA -Kemunculan fenomena aneh di pesawahan di Sleman banyak mengundang tanda tanya. Warga pun berbondong-bondong mendatangi ke lokasi.

Sebab, diduga kemunculan lingkaran teratur tersebut sebagai bukti adanya pendaratan makhluk ruang angkasa mengendarai Unidentified Flying Object (UFO).

Sebab itu, sejumlah ahli pun akan mendatangi lokasi untuk melakukan penelitian. Hari ini, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, Sri Kaloka Prabotosari langsung menuju lokasi guna menelitinya. "Kepala Pusat Pemamfaatan Sains Antariksa Lapan Sri Kaloka menuju ke lokasi untuk memastikan kondisi di Sleman," ujar Humas Lapan Elly Kuncayowati kepada okezone, Selasa (25/1/2011).

Menurut dia, Sri Kaloka menuju lokasi didampingi peneliti Lapan, Nizam Ahmad yang berangkat dari Bandung sekira pukul 04.00 WIB, tadi pagi. "Mungkin sampai sekira pukul 13.00 WIB," ujarnya. Elly juga menyebutkan Lapan juga berkoordinasi dengan ahli lainnya seperti dari Bapatem yang akan meneliti kandungan radiasi dari lingkaran teratur atau crop circle tersebut.

Sebelumnya, warga Dusun Kracakan dihebohkan dengan pemandangan aneh di lokasi persawahan dusun setempat. Pemandangan aneh itu berupa robohnya batang padi yang membentuk beberapa lingkaran besar dan kecil. Anehnya, lingkaran batang padi yang roboh tersebut seperti tulisan kaligrafi. Sedangkan besarnya lingkaran diperkirakan antara 15-20 meter. Bahkan, ada yang menduga pemandangan aneh itu merupakan bekas pendaratan pesawat UFO dari planet lain.

Profesor peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menilai pola tersebut sebagai bentuk rekayasa dari orang-orang ahli.“Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia,” kata Thomas.

Dia menjelaskan, meskipun lokasi “pendaratan UFO” berada di bawah kabel listrik tegangan tinggi (Sutet) tidak akan mempengaruhi pola. “Pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. Sutet pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu,” jelasnya.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement