Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Tsunami Hantam Jepang

PM Jepang Kunjungi Wilayah Bencana Tsunami

Fajar Nugraha , Jurnalis-Sabtu, 02 April 2011 |18:05 WIB
PM Jepang Kunjungi Wilayah Bencana Tsunami
PM Kan yang kunjungi wilayah gempa (Foto: AP)
A
A
A

RIKUZENTAKATA - Perdana Menteri (PM) Jepang Naoto Kan untuk pertama kalinya mengunjungi wilayah yang hancur akibat gempa yang disertai tsunami di Rikuzetakata. Kota ini dilaporkan 2.000 warganya tewas atau hilang.


Kan yang menggunakan helikopter selama kunjungannya ini, juga sempat berhenti di dekat Prefektur Fukushima. 
Kedatangannya ke Fukushima tersebut guna menunjukan dukungan kepada regu penyelamat yang mengorbankan nyawa mereka untuk mencegah kebocoran dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima.

Di Rikuzentakata, Prefektur Iwate, sekira 1.000 warganya dikonfirmasi tewas sementara sekira 1.300 jiwa lainnya dinyatakan masih hilang hingga kini. Sementara para regu penyelamat masih terus mencari korban gempa 11 Maret, meskipun sudah lebih dari empat pekan lalu gempa disertai tsunami melanda.

Kota Rikuzentakata sendiri menderita kerusakan berat. Kondisi ini tampak terlihat dari pepohonan dan pantai yang indah, kini sudah tidak tampak lagi menyusul gempa berkekuatan 9 skala richter (SR) melanda. 
Sementara ribuan warga tampak masih terus bertahan di tempat penampungan yang disediakan pemerintah.

Ketika wilayah Fukushima PM Kan sempat melakukan pertemuan dengan wali kota setempat Megumi Shimanuki. Shimanuki yang kehilangan istrinya saat bencana 11 Maret, menilai pemerintah terlalu fokus pada PLTN Fukushima bukan pada korban gempa dan tsunami.

"Pemerintah terlalu fokus kepada PLTN Fukushima, bukan korban tsunami. Baik korban gempa dan pembangkit Fukushima, sama-sama membutuhkan perhatian," cetus Shimanuki seperti dikutip AFP, Sabtu (2/4/2011).

PLTN Fukushima sendiri dikabarkan kembali mengalami kebocoran pada salah satu reaktornya. Air yang terkontaminasi radioaktif dikabar merembes dari sebuah reaktor yang retak. Air beracun tersebut langsung mengalir ke Samudera Pasifik. 

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement