MAKASSAR - Hari kedua Lebaran, warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyerbu lokasi wisata Tanjung Pallette. Membludaknya pengunjung di tempat wisata itu mengakibatkan sejumlah anak lepas dari pantauan dan pengawasan orang tua.
Pantauan di lokasi, Jumat (2/9/2011), arus lalu lintas menuju Tanjung Pallette macet total. Tak tanggung-tanggung, panjang antrean mencapai dua kilometer.
Suasana antrean juga terlihat di loket penjualan karcis. Para pengunjung harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan tiket masuk seharga Rp20 per orang.
Sementara itu, tercatat tujuh orang anak hilang di Tanjung Pallette. Salaha seorang anak yang terpisah dari orang tuanya adalah Aan, warga Kabupaten Selayar.
Beruntung, anak-anak tersebut akhirnya dapat bertemu kembali dengan orang tuanya, setelah pengelola Tanjung Pallette mengumumkan keberadaan anak-anak tersebut.
Sementara itu Andi Sakkir, pengelola Tanjung Pallette, mengatakan untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung pihaknya telah mempersiapkan stok tiket. Bahkan hingga siang ini tercatat sudah sekira 3.000 pengunjung yang datang.
Andi Sakkir juga mengakui bahwa sejumlah anak hilang di lokasi tersebut akibat kelalaian orang tua.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)