Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Hanya Papandayan yang Belum Meletus"

Iman Herdiana , Jurnalis-Kamis, 08 September 2011 |07:32 WIB
Aktivitas Gunung Papandayan (Dok: RCTI)
A
A
A

BANDUNG - Di antara gunung berstatus Siaga di Indonesia, Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, termasuk yang aktivitasnya tidak menurun.

Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Selasa 6 September hingga Rabu kemarin, terjadi ratusan kali gempa vulkanik dangkal. Pada Selasa saja, gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak 83 kali.

“Jadi Papandayan betul-betul tidak mengendur sama sekali,” ungkap Kepala PVMBG Surono di Bandung. Artinya, tegas dia, aktivitas sudah semakin dekat ke permukaan.

Yang menjadi masalah, lanjut Surono, gempa vulkanik sudah tidak terjadi di dalam lagi, namun sudah menuju permukaan yang dangkal. Meski demikian, dia tidak bisa memastikan apakah aktivitas di permukaan akan berujung kepada letusan.

“Aktivitasnya yang sudah dangkal itu akan diikuti letusan atau tidak, itu saya tidak tahu,” tambahnya.

Surono mengungkapkan, ada lima gunung api di Indonesia yang berstatus Siaga yakni Gunung Soputan, Lokon, dan Karangetan di Sulawesi; Gunung Ibu di Halmahera Barat; dan Gunung Papandayan. “Dari lima gunung Siaga itu, hanya Papandayan yang belum meletus. Mudah-mudahan saja enggak,” harapnya.

Untuk mengantisipasi letusan Papandayan, lanjut dia, berbagai pihak sudah mempersiapkan diri, termasuk kesiapan dari masyarakat di kaki gunung.

Surono mengungkapkan per-September 2010, ada 22 gunung api yang statusnya di atas Normal. Perinciannya, gunung yang berstatus Waspada ada 17 dan sisanya Siaga. Pada 31 Agustus lalu atau saat Idul Fitri, ada dua gunung api yang statusnya Waspada plus yakni Gunung Tambora, Sumbawa, dan Gunung Lewotobi Perempuan di Flores Timur, NTT. "Disebut Waspada plus karena risiko bencananya kecil,” jelas Surono.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement