Sindonews.com - Indonesia tergolong negara yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Itu tidak mengherankan, karena Indonesia berada di ring of fire atau lingkaran api Pasifik.
Lingkaran api Pasifik adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.
Sedikitnya ada 13 wilayah yang paling rawan diayun gempa teknonik bahkan tsunami, karena berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.
Pakar Geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Lono Satrio mengatakan, wilayah itu secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk yang membentuk zona gempa bumi.
"Dinamika lempeng-lempeng tersebut membentuk zona gempa," kata dia dalam diskusi tentang kebencanaan dengan wartawan di Hotel The Pade, Banda Aceh, Sabtu (15/10/2011).
Wilayah yang rawan gempa adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua.
Sementara Kalimantan, lanjut Satrio, masih tergolong wilayah aman dari gempa bumi.
Gempa bumi terjadi berawal dari gerakan lempeng benua yang mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi, sehingga menyebabkan penumpukan energi di zona tumbukan (subduksi) dan zona patahan yang menimbulkan tekanan, tarikan, dan geseran.
Pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. "Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi," sebut Lono.
Menurutnya, bencana gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi namun kita hanya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dengan melakukan mitigasi. Mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa, tak mendirikan bangunan di atas atau bawah tebing.
Penting bagi Pemerintah untuk membuat Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbang aspek kebencanaan, menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi.
Lono melanjutkan, saat terjadi gempa, masyarakat yang berada di tempat-tempat umum yang ramai seperti di mal, bioskop atau hotel jangan pernah membuat kepanikan namun pilihlah cara menyelamatkan diri yang benar.
Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar, Mata Ie Syahnan mengatakan, intensitas gempa di Aceh cukup tinggi. "Dalam sehari rata-rata terjadi tiga sampai lima kali gempa, tapi banyak yang tidak merasakan. Gempa ini tergolong gempa mikro, kekuatannya hanya di bawah 3 SR," katanya.
Untuk bulan ini saja, berdasarkan data BMKG, sudah terjadi delapan kali gempa bumi di wilayah Indonesia Timur. Rata-rata gempa berkekuatan sekira 5 skala Ritcher (SR), kecuali yang terjadi di Bali Kamis 13 Oktober 2011 berkekuatan 6,8 SR.
Titik pusat gempa berada di 9,89 derajat lintang selatan dan 114,53 derajat bujur timur. Koordinat tersebut berada di 143 km barat daya Nusa Dua, Bali, dengan kedalaman gempa 10 kilometer.
Sebelumnya, pada 30 September 2011, gempa terjadi sekira pukul 00.25 WIB. Pusat gempa berada di 242 km barat daya Nusa Dua dengan kedalaman 10 km.
Kemudian, pada 19 September 2009, gempa terjadi sekira pukul 06.06 WIB berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa berada di 101 km bagian tenggara Nusa Dua, Bali. Catatan BMKG menyebutkan, gempa terjadi pada koordinat 9.67 lintang selatan dan 115.49 bujur timur, dengan kedalaman 36 km dari permukaan laut.
Seperti diketahui, guncangan gempa yang terjadi di Bali, sempat membuat panik warga. Beruntung tak ada korban dalam kejadian alam ini.
pembuatan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbang aspek kebencanaan, menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi, perlu didukung oleh pembuatan peta mikrozonasi.
Dengan adanya peta mikrozonasi maka bisa diketahui dampak kerusakan gempa terhadap wilayah-wilayah tertentu, hingga lingkup terkecil seperti Kelurahan, RW atau RT. Sebab peta ini mengelompokkan daerah gempa dalam skala area yang lebih kecil.
Sehingga potensi gempa maupun dampak dari gempa di wilayah-wilayah terkecil di satu kota bisa terpantau. Alhasil kerusakan pada bangunan, infrastruktur telekomunikasi, fasilitas perbankan, jembatan, maupun perkiraan jumlah korban jiwa atau luka, bisa diprediksi.
"Peta ini akan menjadi pijakan action plan menghadapi gempa. Dari peta ini kita bisa tahu daerah mana yang paling parah terkena dampak gempa, sehingga distribusi bantuan dan pengiriman relawan bisa tepat sasaran. Begitu pula dengan jalur evakuasi," ungkap Ketua Tim Revisi Peta Gempa Nasional (RPGN) Profesor Masyhur Irsyam, seperti dikutip dari Okezone, Selasa 13 September 2011.
Profesor Masyhur menjelaskan, peta mikrozonasi dibuat berdasarkan peta gempa. Dalam kaitan ini peta gempa menggambarkan nilai percepatan di batuan dasar bumi yang berada 300-500 meter di dalam tanah.
Dari sini dapat diketahui pengaruh gempa terhadap wilayah tertentu. Selanjutnya data ini ditindaklanjuti dengan menilai kondisi permukaan tanah suatu wilayah. Sebab bisa jadi nilai percepatan batuan suatu daerah sama, namun karena kondisi permukaannya berbeda maka tingkat kerawanannya terhadap gempa juga menjadi beda.
"Peta gempa kan di batuan dasar, di permukaan tanah ada koreksi pengaruh kondisi tanah, kemudian tinggal menghitung kekuatan fondasi bangunan agar tahan gempa," terangnya.
Indonesia telah memiliki peta gempa edisi terbaru. Peta gempa edisi tahun 2002 telah selesai direvisi oleh tim RPGN. Sesuai dengan namanya peta ini hanya menerangkan kondisi batuan dasar suatu kota secara global. Oleh sebab itu perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan peta mikrozonasi, terutama di kota-kota besar di Indonesia.
"Di Jepang semua kota sudah memiliki peta mikrozonasi. Bahkan India yang relatif kalah maju ketimbang Indonesia, kota-kota besarnya telah dilengkapi peta mikrozonasi," terang Profesor Mansyur.
Dia menegaskan manfaat peta mikrozonasi sungguh luar biasa. Selain sebagai action plan gempa juga bisa dijadikan pijakan pembangunan gedung dan infrastruktur tahan gempa. Sehingga menjadi sebuah keharusan bagi kota-kota besar di Indonesia untuk membuatnya. Besarnya energi, waktu, dan biaya yang dibutuhkan tentu tidak sepadan dengan manfaat yang dihasilkan.
"Di Indonesia baru Jakarta yang tengah membuat peta mikrozonasi, hasil kerjasama dengan ITB, Kementerian PU, BMKG, dan Ristek. Harusnya setiap kota besar memiliki peta mikrozonasi, ini jadi pilot project-nya," ungkapnya.
Sementara Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief beberapa waktu lalu dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, peta seismic hazard 2010 yang disusun sembilan ahli gempa Indonesia menunjukkan, Jakarta mengalami peningkatan percepatan batuan dasar. Beberapa daerah lain seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang juga mengalami hal serupa.
"Jika pemerintah daerah mau memulai riset mikrozonasi gempa, potensi gempa di tiap-tiap kota itu akan dapat dipetakan dengan lebih baik," katanya.
Andi menjelaskan, peta mikrozonasi gempa akan menjadi panduan untuk mitigasi dan antisipasi gempa, sehingga kerusakan besar seperti yang terjadi pada gempa di Mexico City tahun 1985 dapat dihindari.
Gempa Mexico City berskala 8,1 SR itu menewaskan 9.500 orang, mencederai lebih dari 30.000 orang, serta membuat 100.000 orang lainnya kehilangan tempat tinggal. Di samping itu, 412 bangunan roboh dan sekitar 3.200 lainnya rusak parah.
Peta mikrozonasi harus diikuti dengan emergency plan. Jakarta dan Surabaya memiliki banyak fasilitas dan gedung-gedung vital, sehingga perlu mempersipkan langkah-langkah darurat.
"Emergency plan akan membantu pemerintah memastikan bahwa infrastruktur penting seperti perbankan, telekomunikasi, dan internet dalam kondisi aman. Selain itu, jumlah kerugian dan biaya pemulihan juga dapat diperkirakan sebelumnya," pungkas Andi.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.