Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Putra Khadafi Meminta Sang Ayah Agar Tetap di Libya

Aulia Akbar , Jurnalis-Selasa, 01 November 2011 |06:27 WIB
Putra Khadafi Meminta Sang Ayah Agar Tetap di Libya
Foto : Mantan pengawal Khadafi, Mansour Dao (AFP)
A
A
A

MISRATA - Salah seorang pengawal mantan penguasa Libya Moammar Khadafi mengatakan, putra Khadafi-lah yang menganjurkan ayahnya agar tetap berada di Libya saat peperangan berlangsung.

Pada Juni lalu, ICC sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Khadafi yang terbunuh pada 20 Oktober lalu. Selain Khadafi, ICC juga ingin mengadili putranya, Saif al Islam serta mantan Kepala Intelijen Libya Abdullah al Senussi. Ketiga dari mereka dituding melakukan kejahatan kemanusiaan.

Menurut mantan pengawal Khadafi, Mansour Dao yang saat ini ditahan di Kota Misrata, kebijakan ICC membuat Khadafi berupaya untuk menghindari penangkapan dan pengadilan.

"Khadafi dan putranya memilih untuk tinggal di Libya setelah munculnya surat penangkapan itu. Khadafi mengatakan, dirinya lebih baik mati daripada diadili oleh Jaksa ICC Luis Moreno Ocampo," ujar Dao, seperti dikutip AFP, Selasa (1/11/2011).

"Sementara itu Saif dan Mutassim juga meminta ayahnya agar tetap di Libya. Namun, Senussi menganjurkan Khadafi untuk meninggalkan Libya," tambahnya.

Dao juga mengatakan, Saif-lah yang bersikeras agar ayahnya tetap di Libya dan tidak pergi.
 
Saat Tripoli jatuh ke tangan pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC), Khadafi pun lari ke Sirte, kota yang masih dipenuhi para loyalisnya. Dao pun mengatakan, Khadafi mulai gugup dan berada di bawah tekanan karena rekan-rekannya, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mulai mengabaikannya.

"Khadafi juga tampak khawatir dan ekspresi ini tidak pernah kita saksikan," tambahnya.

Mantan pengawal Khadafi ini sebelumnya juga menceritakan kondisi Khadafi sebelum akhirnya tertangkap oleh pasukan NTC. Khadafi pun dikabarkan sempat bersantai, membaca dan menyeduh teh di Kota Sirte.

Beserta Dao, Moammar Khadafi mengendarai mobil Toyota Landcruiser dari Sirte, mencoba untuk melarikan diri, namun pesawat North Atlantic Treaty Organization (NATO) berhasil melancarkan bombardirnya ke rombongan Khadafi. Dao pun terluka dan ditangkap, sementara itu Khadafi dihakimi.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement