Sindonews.com - Pemerintah yakin produksi biji kakao tahun depan meningkat karena suksesnya program Gerakan Revitalisasi Kakao Nasional atau biasa disebut Gernas Kakao.
Direktur Jenderal Perkebunan, Kasubdit Iklim Usaha Departemen Perindustrian Wantoro mengatakan, program yang dimulai sejak 2009 ditargetkan bisa menggunakan perkebunan kakao hingga 420 ribu hektare (ha) di 25 provinsi.
"Industri kakao Indonesia yang semula sempat sepi memang saat ini sedang mengalami kebangkitan dan prospek ke depannya cukup bagus," ujar Wantoro di kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kuningan, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Saat ini produksi biji kakao sekitar 800 kilogram per ha dan dengan program Gernas Kakao ini ditargetkan meningkat hingga 1.000-1.500 kilogram per ha, dan tahun depan produksi biji kakao diyakini bisa mencapai 900 ribu ton.
Pernyataan ini menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan ekspor biji kakao selama Januari-Agustus anjlok 50,1 persen akibat penyerapan industri dalam negeri. Berbeda dengan ekspor biji kakao, ekspor kakao olahan justru melejit 86,4 persen.
Kenaikan ekspor kakao olahan ini membuktikan pengembangan hilir produk dapat dikatakan berhasil. Industri hilir pengolahan kakao nasional memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, mengingat ketersediaan bahan baku biji kakao yang cukup melimpah di dalam negeri.
Selama ini Indonesia tercatat sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Pada tahun 2010 produksi biji kakao Indonesia mencapai 600 ribu ton.
"Dengan masuknya para investor dan mulai berjalannya beberapa pabrik yang melakukan ekspansi, diperkirakan kapasitas produksi pada tahun 2012 akan terus meningkat," ujar Wakil Ketua Komite tetap Pengembangan Perkebunan Teguh Patriawan.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.