Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Banjir Thailand Capai 602 Jiwa

Fajar Nugraha , Jurnalis-Senin, 21 November 2011 |07:57 WIB
Korban Banjir Thailand Capai 602 Jiwa
Istana Kerajaan Thailand terendam air (Foto: Getty Images)
A
A
A

BANGKOK - Korban bencana banjir di Thailand dikabarkan terus bertambah. Saat ini korban tewas akibat banjir terparah dari 50 tahun terakhir di Thailand tersebut, dilaporkan telah mencapai 602 jiwa.


Pemerintah Thailand memastikan bahwa sebagian besar dari 602 korban tewas ini, adalah warga yang tenggelam dalam banjir yang melanda sejak Juli lalu. Sementara kondisi wilayah yang terkena banjir saat ini dikabarkan terus menunjukan kemajuan positif. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (21/11/2011).

Sebanyak 77 provinsi di Thailand saat ini masih dilanda banjir dan sekira lima juta warga menjadi korban banjir. Selain itu, sebanyak 300 ribu warga di Thailand juga terancam kehilangan pekerjaannya akibat banjir yang mengerikan tersebut. 

Banjir sendiri sempat melumpuhkan Ibu Kota Bangkok. Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra terus mencoba untuk meyakinkan kembali warga Thailand yang ada di Bangkok, bahwa kota tempat tinggalnya akan selamat dari banjir maut sudah menyerang.

Yingluck memang terus tertekan akibat banjir yang melanda ini. Tetapi perdana menteri perempuan pertama Thailand ini menolak desakan mundur yang diarahkan kepadanya. Yingluck bahkan mengklaim rakyat Thailand tetap memintanya untuk memimpin negaranya keluar dari krisis banjir.

Perdana Menteri berusia 44 tahun itu menyatakan, bahwa Bangkok saat ini sudah mulai bebas dari banjir. Dirinya menambahkan, sebagian besar genangan yang ada sudah mulai mengering.  

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement