Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terkait Banjir, Pemerintah Thailand Tidak Dipercaya

Fajar Nugraha , Jurnalis-Senin, 28 November 2011 |12:22 WIB
Terkait Banjir, Pemerintah Thailand Tidak Dipercaya
Warga Thailand yang terimbas banjir (Foto: Reuters)
A
A
A

BANGKOK - Pemerintah Thailand tidak dapat menghindari mosi tidak percaya yang diajukan parlemen terkait bencana banjir. Menurut pihak oposisi, proses penyelamatan korban banjir dipenuhi korupsi dan salah urus.


Sebagai Direktur Komando Operasi Bantuan Banjir, Pracha Promnok, dianggap bertanggung jawab mengatur proses penyelamatan terhadap korban banjir. Banjir kali ini terbilang parah dan menyebabkan lebih dari 600 orang tewas.

Pracha yang juga menjabat sebagai Menteri Kehakiman Thailand harus menghadapi cercaan dari pihak oposisi di parlemen. Kinerja Pracha dinilai tidak bagus dan pemerintah dituduh telah mengkorupsi dana bantuan dari pemerintah atau swasta.

"Banjir yang menyebar luas tidak hanya disebabkan oleh alam, tetapi ditambah kegagalan dari Komando Operasi Bantuan Banjir dalam mengatasi bencana," ungkap politikus Partai Demokrat Jurin Laksanavisit seperti dikutip AFP, Senin (28/11/2011).

Sementara anggota parlemen dari kubu Partai Demokrat lainnya, Apirak Kosayothin, mengatakan pemerintah gagal untuk merespons cepat atas bencana yang terjadi. Selain itu, Apirak menilai Pemerintah Thailand tidak menempatkan orang yang tepat untuk mengurusi banjir.

"Pemerintah tidak menempatkan orang yang tepat untuk memimpin pekerjaan penting ini. Kondisi ini menyebabkan bantuan untuk rakyat tidak dapat disalurkan dengan cepat," jelas Kosayothin.

Pracha pun menolak tuduhan itu, dia tidak terima dinilai mengkorpusi bantuan bagi korban. Menurutnya pemerintah sudah berusaha keras untuk membantu korban banjir.

Mosi ini juga dikabarkan juga diarahkan pada laporan pemberian ampunan kepada mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Thaksin berada di pengasingannya di Dubai, untuk menghindari hukuman penjara dua tahun atas kasus korupsi.

Pemerintah menolak keras pihaknya akan memberikan ampunan kepada Thaksin. Pengampunan diberikan bersamaan dengan ulang tahun Raja Thailand Bhumibol Adulyadej pada 5 Desember mendatang.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement