Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jembatan Ampera Masih Aman

Deddy Pranata , Jurnalis-Senin, 28 November 2011 |02:16 WIB
Jembatan Ampera Masih Aman
(Gustia Martha Putri/Okezone)
A
A
A

PALEMBANG - Satu hari pasca runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara yang melintasi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, pemerintah provinsi Sumatera Selatan langsung bertindak cepat dan menginstruksikan pejabat di dinas Pekerjaan Umum Bina Marga mengecek ulang Jembatan Ampera dan Musi II.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Preservasi dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolis Kementerian PU, Aidil Fikri mengatakan, pasca kebakaran tahun lalu, tepatnya di bawah Jembatan Ampera kawasan 7 Ulu, terjadi kerusakan pada lapisan luar jembatan 4-5 cm, dan itu sudah dilakukan penggantian lapisan dengan cepat. Sisi lapisan inilah yang melindungi struktur jembatan.

“Kita bongkar lapisan yang terbakar dan kita ganti yang baru dengan cepat sehingga struktur jembatan terlindungi. Selain itu, kita juga lakukan pengecekan ulang struktur. Hasilnya baik dan insya Allah Jembatan Ampera aman” kata Aidil, Minggu (27/11/2011).

Diakui Aidil, kondisi Jembatan Ampera sempat mengkhawatirkan karena beberapa kali tiang utama tertabrak tongkang pengangkut batubara sehingga untuk mengamankannya, pemerintah membangun fender yang kini hampir selesai.

"Jembatan pernah beberapa kali tertabrak pada bagian tiangnya. Untuk mengurangi resiko kerusakan, kita bangun fender agar tiang lebih terlindungi," lanjutnya

Aidil juga menyarankan agar dinas terkait untuk melakukan pembatasan beban jembatan. Selain itu, secara teknis akan dilakukan pemeriksaan terus menerus secara berkala agar kondisi Jembatan Ampera dapat terus dipantau.

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement