Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Citilink bidik laba Rp200 M tahun depan

Citilink bidik laba Rp200 M tahun depan
ilustrasi Foto: Okezone
A
A
A

Sindonews.com – PT Citilink Indonesia menargetkan dapat meraup laba usaha pada tahun depan sebesar Rp200 miliar,setelah perusahaan tersebut dilepas (spin off) dari perusahaan induknya, PT Garuda Indonesia Tbk.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan, Garuda optimistis unit bisnis strategis perseroan tersebut dapat mencapai target laba usaha tersebut tahun depan.

“Kami optimistis, meskipun kami perkirakan laba usaha Citilink pada tahun ini masih negatif sekitar Rp10–15 miliar,” kata Elisa di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini Citilink telah mampu membiayai operasional hariannya bahkan tercatat memiliki arus kas positif sekitar Rp20–25 miliar.

Dia menambahkan,dalam bisnisnya, biaya operasional paling besar yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah biaya bahan bakar,dengan persentase sekitar 50–60 persen.

“Citilink bisa membayar bahan bakar, gaji pegawai, dan biaya operasional lain. Ini berbeda dengan maskapai yang sedang atau menuju bangkrut di mana harus disuntik dana segar,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini jika dilihat dari struktur biaya, Citilink belum cocok dikatakan maskapai berbiaya rendah karena masih menggunakan pesawat Boeing jenis klasik yang dari jumlah daya angkut tidak ideal.

“Jika nanti sudah menggunakan armada Airbus 320, maka itu baru ideal untuk no frill karena tipe pesawat ini 58 persen lebih menguntungkan dari Boeing 737 klasik,” jelasnya.

Elisa mengungkapkan, untuk menjadikan Citilink sebagai unit usaha yang lebih sehat, pada April perusahaan akan resmi dispin off dari Garuda Indonesia. Pada 27 Januari, Citilink telah mengantongi Surat Izin Usaha Angkutan Udara.

“Diperkirakan membutuhkan waktu 90 hari untuk mengurus Air Operator Certificate (AOC). Paling lambat April,Citilink tidak lagi menjadi unit bisnis tetapi anak usaha dengan nama PT Citilink Indonesia,” imbuhnya.

Dijelaskannya, untuk menjadi anak usaha yang mandiri, Garuda menyiapkan modal disetor sekitar Rp430 miliar. Sedangkan untuk modal awal sekitar Rp1,7 triliun–Rp1,8 triliun yang terdiri dari modal disetor dan lima pesawat tipe Boeing 737-300.

Sementara untuk biaya operasional telah disiapkan untuk secure deposit menyewa 23 pesawat sekitar USD23 juta, joining fee pilot (Rp23-25 miliar), pelatihan (Rp20 miliar), dan kru kabin (Rp50–70 juta). VP Citilink Con Korfiatis menambahkan, tahun lalu Citilink telah mengangkut 1,6 juta penumpang dan memiliki sembilan rute di delapan kota.

“Pada tahun ini Citilink memiliki target akan mengoperasikan 20 unit pesawat dengan capaian empat juta penumpang,” kata Con.




(Andina Meryani)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement