Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Yunani Dilanda Kerusuhan

Fajar Nugraha , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2012 |13:18 WIB
Yunani Dilanda Kerusuhan
Kerusuhan di Yunani (Foto: AFP)
A
A
A

ATHENA - Pemerintah Yunani yang menerima paket penghematan untuk menyelamatkan perekonomiannya, disambut dengan kerusuhan. Athena dan beberapa kota lainnya dikabarkan dipenuhi dengan api serta menyisakan 120 warga terluka.


Sebelumnya Pemerintah Yunani sepakat untuk menerima bantuan pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) sebesar USD170 miliar. Kepastian ini didapat setelah anggota parlemen Yunani menyetujui bantuan itu usai melakukan voting yang didukung oleh 199 suara. 

Tetapi pada kelompok sosialis dan konservatif melontarkan penolakan keras atas paket bantuan itu. Pihak sosialis mengeluarkan 22 anggotanya dari parlemen, sedangkan pihak konservatif mengeluarkan 21 anggotanya di kursi parlemen.

Aksi kekerasan pun merebak dalam protes ini. Enam kota besar dikabarkan dilanda kerusuhan yang diwarnai pembakaran terhadap beberapa toko.

Kota yang paling parah dilanda kerusuhan antara lain terjadi di Volos. Gedung balai kota dan kantor perpajakan Volos dilaporkan rusak dilalap api.

Kerusuhan awalnya merebak setelah lebih dari 100 ribu melakukan aksi turun ke jalan di Athena pada Minggu 12 Februari kemarin. Namun protes kemudian merebak menjadi aksi vandalisme. 

Dilaporkan sekira 45 tempat bisnis hancur karena api, termasu beberapa bangunan bersejarah, bioskop, bank dan cafe. 50 anggota polisi dilaporkan terluka dalam kejadian ini dan 70 orang pengunjuk rasa dikabarkan terpaksa dirawat di rumah sakit. 

Polisi pun menangkap 67 orang yang diyakini menjadi provokator kerusuhan dan menahan lebih dari 70 perusuh. 

Perdana Menteri Lucas Papademos mendesak agar semua warga tetap tenang terkait dengan kerusuhan ini. 
"Aksi kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi dan tidak akan ditolerir. Saya minta agar publik tetap tenang, protes seperti ini tidak dibutuhkan," jelas Papademos seperti dikutip Associated Press, Senin (13/2/2012).

Sejak Mei 2010, Yunani terus diberi insentif dana untuk menyelamatkan perekonomian dari partner mereka di Eropa dan IMF. Saat terbukti tidak berhasil, justru paket penyelamatan kembali disetujui. Paket penyelamatan ini dianggap akan membawa Yunani ke dalam jurang utang yang lebih besar.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement