MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan tidak akan menyediakan kontrasepsi khusus untuk remaja.
Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoesa, mengaku sudah banyak pihak yang meminta diadakan kontrasepsi khusus bagi remaja menyusul maraknya seks bebas usia pelajar hingga menyebabkan kehamilan.
Sudibyo menjelaskan yang seharusnya dilakukan adalah upaya preventif dengan pembinaan dan penyadaran agar remaja terhindar dari pergaulan bebas.
"Kami dengan tegas menolak kontrasepsi untuk remaja. Yang kami lakukan adalah mengadakan program-program tentang kesehatan reproduksi terutama bagi para pelajar perempuan. Mereka kan yang lebih banyak dirugikan," ungkap Soedibyo kepada okezone di sela acara Sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Keluarga Berencana (KB) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/3/2012).
Banyak remaja perempuan rela menyerahkan kehormatan demi membuktikan cinta kepada pasangan. Namun tidak disadari bahaya mengintai.
"Kalau sudah hamil bagaimana. Di Indonesia, sudah pasti dia tidak akan diterima di sekolah. Hilanglah masa depannya," tutur Soedibyo.
BKKBN, lanjut dia, sudah bekerja sama dengan banyak kampus dan SMA dalam penyediaan tenaga konselor kesehatan reproduksi.
"Selanjutnya dibuat komunitas-komunitas di kampus dan SMA yang mengkampanyekan bahaya seks bebas. Sudah hampir seluruh sekolah di berbagai daerah sudah tersentuh program ini," sebutnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.